Megahnya Museum Tsunami Aceh

Selasa, 10 Juni 2014 - 09:12 WIB | Nanggroe, Story | Dilihat: 2.547 kali
  • Foto udara museum tsunami Aceh dan kompleks Kherkoff. SERAMBI/M ANSHAR
  • Foto udara museum tsunami Aceh dan kompleks Kherkoff. SERAMBI/M ANSHAR
  • Foto udara museum tsunami Aceh, kompleks Kherkoff (bawah) dan Lapangan Blangpadang (atas). SERAMBI/M ANSHAR
  • Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar yang pernah singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang. SERAMBI/M ANSHAR
  • Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). SERAMBI/M ANSHAR
  • Kontestan Duta Wisata Nasional berkunjung ke Museum Tsunami, Banda Aceh, Jumat (15/11). Grand final Pemilihan Duta Wisata Nasional Ke-8 yang diikuti 18 provinsi di Indonesia tersebut akan berlangsung di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, pada 18 November 2013. SERAMBI/M ANSHAR
  • Wisatawan melintasi tangga saat memasuki Museum Tsunami di Banda Aceh, Rabu (16/10). Selama musim liburan, pengunjung museum yang diresmikan tahun 2009 tersebut mencapai 3.000 orang lebih dalam sehari. SERAMBI/M ANSHAR
  • Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • MEMORY HALL ==== Pengunjung melihat monitor berisi video dan slide show foto musibah tsunami di memory hall Museum Tsunami, Banda Aceh, Rabu (20/2). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Visitors crossing the bridge in Aceh Tsunami Museum building, Banda Aceh, Wednesday (20/2/2013). In addition to containing information about the earthquake and tsunami, the four-story museum with modern architecture, built in 2007, is also designated as a natural disaster evacuation. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR *** Local Caption *** JEMBATAN MUSEUM TSUNAMI ===== Pengunjung melintas di jembatan dalam Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/2). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pengunjung melihat lukisan karya pelukis Aceh tentang musibah tsunami yang dipajang di salah satu ruangan di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/2/2014). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pengunjung melintas di jembatan dalam Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pengunjung melintas di sebuah lorong tak bercahaya ditemani suara gemericik air yang mengalir melalui dinding saat memasuki Museum Tsunami Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pengunjung melihat lukisan karya pelukis Aceh tentang musibah tsunami yang dipajang di salah satu ruangan di Museum Tsunami Aceh,. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pengunjung melihat foto-foto musibah tsunami yang dipajang di salah satu ruangan di Museum Tsunami Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • Foto Udara Museum Tsunami Banda Aceh saat pembangunan, Sabtu (1/11/2008). Foto direkam dari helikopter Bolcow P-4007 milik polisi. SERAMBI/M ANHSAR
  • M Ridwan Kamil, pemenang sayembara desain Museum Tsunami ketika menjelaskan hasil karyanya "Rumoh Aceh as Escape Hill" pada acara penyerahan hadiah dan penutupan pameran sayembara tersebut di Gedung Sultan Selim II Aceh Community Center, Banda Aceh, Kamis (23/8). SERAMBI/M ANSHAR
Next
Previous

Gulungan gelombang laut yang berdiri tegak dengan suara menggelegar ke daratan Banda Aceh dan beberapa kota lainnya> di Aceh pada 26 Desember 2004 pagi telah meluluhlantakkan ratusan ribu bangunan, termasuk warganya. Potret kehancuran yang kembali berhasil bangkit dengan kemajuan luar biasa, berkat bantuan puluhan negara asing terekam jelas di Museum Tsunami Aceh. Museum satu ini tidaklah sama dengan museum-museum lainnya, tetapi masih memiliki kesamaan, tetap memperlihatkan sebuah sejarah yang tidak boleh dilupakan. Gedung empat lantai yang berdiri di area seluas 2.500 m2 dengan rancangan seperti kapal sedang berlayar di samudera luas ingin mengingatkan seluruh warga untuk tidak pernah melupakan salah satu bencana terbesar di muka bumi ini.

Dalam museum ini, terdapat sejumlah potret terjangan tsunami, seperti kepanikan warga melihat gelombang air laut raksasa, atau puing-puing, mulai dari sepeda motor sampai helikopter milik Polri. Dahsyatnya Museum Tsunami Aceh juga telah mampu menarik perhatian para pengunjung, baik domestik maupun luar negeri untuk melihat langsung, salah satu potret buram Aceh.

Semoga, bencana demi bencana yang menimpa rakyat negeri ini tidak terulang lagi dan museum yang menggambarkan kehancuran juga tidak hadir lagi.

FOTO-FOTO: SERAMBI/M ANSHAR TEKS: SERAMBI/M NUR