Kehidupan Purbakala Terkuak di Gayo

Senin, 11 Agustus 2014 - 20:25 WIB | Story | Dilihat: 2.609 kali
  • Seorang pekerja sedang membantu membersihkan tengkorak manusia pra sejarah yang ditemukan di Loyang (Gua) Ujung Karang, Kebayakan, Kecamatan, Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (14/7). SERAMBI/MAHYADI
  • Para pekerja lokal ikut membantu mencari kepingan gerabah maupun berbagai benda pra sejarah dalam penggalian situs bersejarah di Loyang (Gua) Mendale, Kebayakan, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (14/7). SERAMBI/MAHYADI
  • Pecahan gerabah yang diperkirakan berusia ribuan tahun ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Balai Arkeologi (Balar) Medan, Sumatera Utara, di kawasan Loyang (Gua) Mendale, Kebayakan, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Foto direkam, Senin (14/7). SERAMBI/MAHYADI
  • Beberapa orang anak-anak ikut menyaksikan proses penelitian manusia pra sejarah yang ditemukan di Loyang (Gua) Ujung Karang, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (14/7). SERAMBI/MAHYADI
  • Tengkorak kepala manusia pra sejarah yang ditemukan di Loyang (Gua) Ujung Karang, Kebayakan, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Sejumlah kerangka manusia pra sejarah ditemukan oleh para peneliti dari Balai Arkeologi (Balar) Medan, Sumatera Utara yang melakukan penelitian sejak beberapa tahun terakhir. Foto direkam Senin (14/7).SERAMBI/MAHYADI
  • Para peneliti dibantu sejumlah pekerja lokal sedang melakukan penggalian situs bersejarah di Loyang (Gua) Mendale, Kebayakan, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (14/7). SERAMBI/MAHYADI
  • Salah satu tengkorak manusia pra sejarah yang ditemukan di Loyang (Gua) Ujung Karang, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Kerangka ini, merupakan duplikat dari bentuk aslinya. Foto direkam, Senin (14/7). SERAMBI/MAHYADI
Next
Previous

KEHIDUPAN manusia purbakala atau prasejarah dengan usia ribuan tahun telah ditemukan di Gua Ujung Karang dan Loyang Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Gua-gua tersebut yang berdekatan dengan Danau Laut Tawar diduga sebagai asal-usul warga dataran tinggi Gayo yang saat ini mendiami empat kabupaten.

Terkuaknya manusia pra-sejarah itu setelah diteliti oleh Balai Arkeologi (BALAR), Medan, Sumatera Utara sejak 2009 sampai saat ini atau sudah berjalan lima tahun. Dalam sejumlah penggalian, tim ini menemukan kerangka manusia yang masih utuh, terutama kepala dengan perkiraan sudah berusia lebih dari 8.430 tahun.

Bukan saja kerangka manusia yang ditemukan, tetapi beragam peralatan, seperti kapak batu atau juga pecahan gerabah. Kerangka yang ditemukan, berusia beragam, dari 8.000 tahun lebih sampai 7.400 tahun lebih yang berarti gua itu dihuni ratusan tahun.

Berdasarkan hasil temuan para peneliti yang diketuai oleh Ketut Wiradyana, secara intensif melakukan penelitian untuk mencari jejak manusia pra-sejarah Gayo. Kini, dengan temuan itu, makin menguatkan, bahwa orang Gayo telah bermukim di dataran tinggi ribuan tahun, dengan sumber air utama, sungai atau juga danau.

FOTO DAN TEKS: SERAMBI/MAHYADI