Jejak Raja Aceh di Lamuri

Minggu, 19 Oktober 2014 - 17:00 WIB | Story | Dilihat: 1.902 kali
  • Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur
  • Tim peneliti di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Membaca tulisan pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Membaca tulisan pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Batu nisan yang patah di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Memasang kembali nisan yang patah di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Arkeolog Unsyiah dan USM sedang berdiskusi. Foto: Irfan M Nur
  • Meneliti nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Tulisan Arab pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Tulisan Arab pada batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Pecahan Artefak di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Pecahan batu nisan di situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur.
  • Meneliti situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Irfan M Nur
  • Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah, Dr Husaini Ibrahim MA diantara nisan-nisan di situs Lamuri. Foto: Irfan M Nur
  • Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur
  • Panorama alam di bekas wilayah Kerajaan Lamuri. Foto: Irfan M Nur
Next
Previous

AWAL Oktober 2014 lalu, lima ahli arkeologi dan epigrafi Islam dari Aceh, Sumut, dan Malaysia, melakukan penelitian dan pemetaan terhadap situs Kerajaan Lamuri di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Penelitian yang dilakukan atas kerjasama Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), University Sains Malaysia (USM), dan Universitas Sumatra Utara (USU) ini menemukan banyak bukti baru tentang kejayaan Kerajaan Lamuri pada sekitar abad 13 Masehi. Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Unsyiah, Dr Husaini Ibrahim MA mengatakan, Kerajaan Lamuri memiliki kandungan sejarah penting karena berada dalam tiga peradaban mulai prasejarah, Hindu/Budha dan masuknya pengaruh Islam.

Berbagai peninggalan arkeologis dari tiga zaman ini diperkirakan masih terkubur dan tersimpan dalam area situs seluas 200 hektare itu. Sayangnya, banyak situs telah rusak akibat tak terawat dan dimakan usia. Sebagian batu nisan yang mengabadikan nama-nama dan tahun-tahun penting dalam sejarah Aceh telah hilang dari tempatnya. Ada yang pecah karena hantaman benda keras, ada juga yang telah dijadikan batu asah.

Para peneliti ini berharap campur tangan Pemerintah Aceh untuk menyelamatkan situs yang dianggap sebagai cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam. Sehingga generasi Aceh bisa menunjukkan bukti saat mengupas sejarah dan peradaban Aceh kepada penduduk dunia.

FOTO-FOTO: Irfan M Nur
Teks : Zainal Arifin M Nur