Warga eks Blang Lancang – Rancong Kembali Berdemo

Selasa, 21 Oktober 2014 - 20:33 WIB | Berita | Dilihat: 483 kali
    Warga Eks Blang Lancang-Rancong melakukan aksi demo di kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (21/10/2014). Mereka menanyakan penyediaan lahan bagi 542 KK untuk warga yang tergusur di kawasan PT Arun. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
    Warga Eks Blang Lancang-Rancong mendorong petugas saat mencoba menerobos masuk Kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (21/10/2014). Warga kembali berdemo untuk menanyakan penyediaan lahan bagi 542 KK bagi warga yang tergusur di kawasan PT Arun. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
    Warga Eks Blang Lancang-Rancong mendorong petugas saat mencoba menerobos masuk Kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (21/10/2014). Warga kembali berdemo untuk menanyakan penyediaan lahan bagi 542 KK bagi warga yang tergusur di kawasan PT Arun. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
    Warga Eks Blang Lancang-Rancong mendorong petugas saat mencoba menerobos masuk Kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (21/10/2014). Warga kembali berdemo untuk menanyakan penyediaan lahan bagi 542 KK bagi warga yang tergusur di kawasan PT Arun. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
    Warga Eks Blang Lancang-Rancong mematahkan pintu pagar Walikota Lhokseumawe, saat berdemo ke kantor itu, Selasa (21/10). Warga kembali berdemo untuk menanyakan penyediaan lahan bagi 542 KK bagi warga yang tergusur di kawasan PT Arun. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
    Warga Eks Blang Lancang-Rancong berhasil menerobos pintu pagar kantor Walikota Lhokseumawe, dari pagar betis polisi, Selasa (21/10/2014). Warga kembali berdemo untuk menanyakan penyediaan lahan bagi 542 KK bagi warga yang tergusur di kawasan PT Arun. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
    Petugas melepaskan tembakan ke udara untuk menenangkan masa yang berdemo karena terjadi aksi pukul memukul di depan halaman kantor walikota, Lhokseumawe, saat Warga Eks Blang Lancang-Rancong berhasil menerobos pintu pagar kantor Walikota Lhokseumawe, dari pagar betis polisi, Selasa (21/10). Warga kembali berdemo terkait menanyakan penyediaan lahan bagi 542 KK untuk warga yang tergusur di kawasan PT Arun. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Next