Saman Gayo Lues Ukir Sejarah

Minggu, 30 November 2014 - 17:00 WIB | Story | Dilihat: 1.221 kali
  • Penonton menyaksikan penampilan tarian saman massal dari mobil pemadam kebakaran dan tembok stadion.
  • Warga berdesakan di dalam mobil bak terbuka untuk menyaksikan penampilan tarian saman massal.
  • Ribuan penari yang terdiri dari masyarakat umum, seniman, pelajar, anggota TNI/Polri dan PNS menampilkan Tarian Saman massal di Stadion Seribu Buit, Gayo Lues.
  • Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf memperlihatkan sertifikat dari United United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), yang menyatakan bahwa Tari Saman merupakan warisan budaya asli dari Gayo Lues.
  • Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf bersama Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim menerima piagam rekor MURI tari saman massal.
Next
Previous

Hentakan dan liukan tarian Saman Gayo Lues (Galus) telah diakui dunia melalui badan PBB, UNESCO dan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai ‘Sejarah Superlatif Rekor Dunia’. Galus yang dikenal sebagai salah satu setra pertanian di Aceh telah berhasil mengukir sejarah melalui perjuangan panjang rakyat bersama pemimpinnya.

Bupati Galus, Ibnu Hasim ingin menunjukkan ke dunia bahwa budaya warisan dunia ini perlu dikukuhkan kembali melalui sebuah perhelatan akbar. Tepat pada 24 November 2014, sebanyak 5.057 penari Saman, mulai dari pelajar SMP, SMA/sederajat sampai orang dewasa memperlihatkan kebolehan di dalam lapangan Seribu Bukit.

Dunia pun merekam aksi kolosal tarian Saman itu yang tidak pernah ada sebelumnya, melalui puluhan wartawan lokal, nasional dan internasional yang tumpah-ruah ke tengah lapangan. Hari itu, rakyat Galus ingin memperlihatkan sebuah kebersamaan yang tak lekang digerus zaman.

Foto: Serambi Indonesia/Budi Fatria
Teks: Serambi Indonesia/M Nur