Gunong Meueh Senyap, Cempaka Madu Diburu

Jumat, 30 Januari 2015 - 20:50 WIB | Story | Dilihat: 4.972 kali
  • Tambang tradisional batu giok di lokasi bekas transmigras SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
  • Tambang tradisional batu giok di lokasi bekas transmigras SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
  • Pemburu Batu Cempaka ==== Seorang warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pemburu Batu Cempaka ==== Seorang warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pemburu Batu Cempaka ==== Seorang warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Warga mengangkut bongkahan batu cempaka yang ditemukan di kawasan eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pemburu Batu Cempaka ==== Seorang warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Warga mengangkut bongkahan batu cempaka yang ditemukan di kawasan eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pemburu Batu Cempaka ==== Seorang warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pemburu Batu Cempaka ==== Seorang warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pemburu Batu Cempaka ==== Seorang warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di eks transmigrasi SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Tambang tradisional batu giok di lokasi bekas transmigras SP 7, Desa Alue Jernih, Kecamatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
  • Seorang wanita warga Gampong Seumira, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, menggunakan cincin, Sabtu (17/1/2015). SERAMBI/M ANSHAR
  • Koleksi batu cempaka Chik Midi di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
  • Koleksi batu cempaka Chik Midi di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
  • Koleksi batu cempaka Chik Midi di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
  • Tambang tradisional batu alam di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Tambang tradisional batu alam di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Warga mencari bongkahan batu cempaka dalam lubang galian di tambang tradisional batu alam di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). Setiap harinya, tak kurang 500 warga terlibat dalam perburuan batu mulia di pedalaman Aceh Jaya. SERAMBI/M ANSHAR
  • Linggis, parang, dan besi peralatan yang digunakan penambang untuk mencari batu di tambang tradisional batu giok di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
  • Linggis, parang, dan besi peralatan yang digunakan penambang untuk mencari batu di tambang tradisional batu giok di Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Sabtu (17/1/2015). === SERAMBI/M ANSHAR
Next
Previous

Warga Aceh Jaya terus dihebohkan dengan hasil alam yang melimpah, seusai luluh lantak diterjang tsunami 26 Desember 2004. Pada 2008 warga dihebohkan dengan Gunong Meueh (gunung emas) di Gunong Ujeun, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya.
    Perburuan pun dimulai, warga lokal bahkan luar daerah berbondong-bondong memburu batu mulia itu, yang berakhir dengan jatuhnya korban jiwa dan tercemarnya lingkungan. Pada 2014, perburuan kilauan batu mulia itu berangsur hilang.
    Di tengah-tengah kelesuan warga, tiba-tiba dikejutkan dengan temuan batu akik Cempaka Madu, seusai heboh di Nagan Raya. “Warga tidak lagi memburu emas, tetapi sebagian besar sudah beralih menjadi pemburu, pengrajin dan pedagang batu giok,” ujar M Yusuf, Sekcam Krueng Sabee beberapa waktu lalu.
    Seperti yang direkam forografer Serambi, M.Anshar awal pekan lalu, warga Aceh Jaya memburu batu akik di kawasan perbukitan, bahkan di area perkebunan karet atau kelapa sawit. Mereka mengendarai sepeda motor menuju lokasi perburuan pada pagi hari dan membawa pulang hasilnya, berupa bongkahan batu akik pada sore hari.
    Kawasan perburuan, sebagian besar di Kecamatan Panga, seperti di Desa Alue Piet, Gunong Buloh, Alue Rambot, dan kawasan Pucok Panga. Selain Cempaka Madu, jenis lainnya juga terdapat di Aceh Jaya seperti Lavender, Kecubung, Teratai, Sangkis, Guliga, Akar Pinang, Kristal, Solar madu dan lainnya. Bagi warga yang ingin mendapatkan batu-batu itu, dapat menyambangi pusat pasar giok di Panga yang ditawarkan dengan harga terjangkau. 

FOTO: SERAMBI/M ANSHAR

TEKS: SERAMBI/M NUR