Ratusan Warga Burma Terdampar di Seunuddon

Senin, 11 Mei 2015 - 01:00 WIB | Berita | Dilihat: 3.016 kali
  • APARAT Polres Aceh Utara memeriksa kapal tongkang yang terdampar di perairan Seunuddon Aceh Utara milik warga imigran gelap asal Myanmar dan Bangladesh, MInggu (10/5).SERAMBI/JAFARUDDIN
  • WARGA memerhatikan kapal tongkang yang terdampar di perairan Seunuddon Aceh Utara milik warga imigran gelap asal Myanmar dan Bangladesh, MInggu (10/5).SERAMBI/JAFARUDDIN
  • PETUGAS membawa seorang imigran gelap di Klinik Kesehatan Polres Aceh Utara karena sakit setiba di polres setempat, Minggu (10/5).SERAMBI/JAFARUDDIN
  • SEORANG Imigran gelap membawa anaknya ke Aula Polres Aceh Utara yang dibawa petugas dari kawasan Kecamatan Seunuddon untuk proses pendataan dan pemeriksaan kesehatan, Minggu (10/5).SERAMBI/JAFARUDDIN
  • PETUGAS mengamankan imigran gelap setiba di Polres Aceh Utara dari kawasan Seunuddon untuk proses pendataan dan pemeriksaan kesehatan, Minggu (10/5).SERAMBI/JAFARUDDIN
  • IMIGRAM Gelap yang terdampat di perairan Seunuddon dibawa ke Polres Aceh Utara untuk pendataan dan pemeriksaan kesehatan, Minggu (10/5).SERAMBI/JAFARUDDIN
  • WARGA memperhatikan imigran gelap saat mandi di Desa Meunasah Puntong Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara setelah terdampar di kawasan itu, Minggu (10/5).SERAMBI/JAFARUDDIN
Next
Previous

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Ratusan warga Negara Burma dan Bangladesh terdampar di perairan kawasan Kemukiman Blang Geulumpang Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (10/5/2015) subuh. Kini mereka sudah dievakuasi ke sejumlah titik di kawasan tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, keberadaan mereka terdampar di kawasan Seunuddon diketahui pertama kali oleh sejumlah nelayan saat hendak melaut. Lalu, mereka langsung mengevakuasi warga asing tersebut ke sejumlah meunasah di kawasan Seunuddon.

“Informasi yang saya terima di Desa Meunasah Sagoe 150 orang, lalu di Desa Matang panyang 25 orang dan Mantang Puntong sebanyak 80 orang. Tapi ada di sejumlah lokasi lain, tapi masih didata,” ujar Kabag Humas Pemkab Aceh Utara Amir Hamzah kepada Serambinews.com, Minggu (10/5/2015). (*)

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara
Selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia edisi Senin 11 Mei 2015