Warga Bangladesh Dideportasi

Jumat, 12 Juni 2015 - 19:19 WIB | Berita | Dilihat: 1.024 kali
  • Pesawat Wings yang mengangkut 18 warga asing Bangladesh, tinggal lepas landas di bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Kamis (11/6/2015). Pihak imigrasi mendeportasi 18 dari 238 warga Bangladesh ke Medan. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
  • 18 warga asing dari Bangladesh, yang selama ini ditampung di barak bekas kantor Imgrasi Peuntuet, Lhokseumawe, tiba di bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Kamis (11/6/2015). Pihak imigrasi mendeportasi 18 dari 238 warga Bangladesh ke Medan. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
  • 18 warga asing dari Bangladesh, yang selama ini ditampung di barak bekas kantor Imgrasi Peuntuet, Lhokseumawe, tiba di bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Kamis (11/6/2015). Pihak imigrasi mendeportasi 18 dari 238 warga Bangladesh ke Medan. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
  • 18 warga asing dari Bangladesh, yang selama ini ditampung di barak bekas kantor Imgrasi Peuntuet, Lhokseumawe, tiba di bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Kamis (11/6). Pihak imigrasi mendeportasi 18 dari 238 warga Bangladesh ke Medan. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
  • 18 warga asing dari Bangladesh, yang selama ini ditampung di barak bekas kantor Imgrasi Peuntuet, Lhokseumawe, tiba di bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Kamis (11/6/2015). Pihak imigrasi mendeportasi 18 dari 238 warga Bangladesh ke Medan. SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Next
Previous

Sebanyak 18 migran asal Bangladesh yang selama ini ditampung di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe, kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kamis (11/6), dideportasi (dipulangkan) ke negara asalnya via Sumatera Utara. Mereka dideportasi duluan, karena dokumen perjalanannya sudah rampung. Ini pendeportasian tahap pertama terhadap warga Bangladesh tersebut.

Mereka diberangkatkan dari lokasi penampungan sekitar pukul 09.00 WIB menuju Bandara Malikussaleh, Aceh Utara. Lalu, pukul 11.30 WIB mereka diterbangkan ke Kuala Namu, Sumatera Utara, menggunakan pesawat Wings. Dengan dipulangkannya 18 orang itu, berarti saat ini jumlah warga Bangladesh yang masih ditampung di Punteut, tinggal 219 orang. Selain itu, sebelas orang lainnya masih berada di Medan untuk menjalani perawatan karena TBC dan lumpuh.

Untuk diketahui, kapal bermuatan 500 lebih migran asal Myanmar dan Bangladesh terdampar di peraian Desa Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (10/5) sekitar pukul 05.30 WIB. Dari Seunuddon, awak Rohingya itu dipindahkan ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Sedangkan warga Bangladesh dipindahkan ke bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe. (Serambi Indonesia/bah)