Dasni Yuzar cs Divonis Bebas

Sabtu, 20 Juni 2015 - 15:40 WIB | Berita | Dilihat: 223 kali
  • Terdakwa Dasni Yuzar selaku pendiri Yayasan Cakradonya Lhokseumawe dalam menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, Jumat (19/6/2015). SERAMBI/MASRIZAL
  • Terdakwa Dasni Yuzar selaku pendiri Yayasan Cakradonya Lhokseumawe melakukan sujud syukur usai mendengarkan putusan bebas dari majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, Jumat (19/6/2015). Putusan serupa juga untuk Reza Maulana dan Amir Nizam selaku direktur dan sekretaris yayasan tersebut. SERAMBI/MASRIZAL
  • Terdakwa Dasni Yuzar selaku pendiri Yayasan Cakradonya Lhokseumawe usai mendengarkan putusan bebas dari majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, Jumat (19/6/2015). SERAMBI/MASRIZAL
  • (Dari kanan ke kiri) Tiga terdakwa Dasni Yuzar, Amir Nizam, dan Reza Maulana selaku pendiri, sekretaris dan Direktur Yayasan Cakradonya Lhokseumawe dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, Jumat (19/6/2015). Ketiganya divonis bebas karena tidak terbukti melakukan korupsi dalam kasus dana hibah dari Pemerintah Aceh ke yayasan tersebut. SERAMBI/MASRIZAL
  • Terdakwa Amir Nizam, sekretaris Yayasan Cakradonya Lhokseumawe sujud syukur usai vonis bebas dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, Jumat (19/6/2015). SERAMBI/MASRIZAL
  • Reza Maulana, Direktur Yayasan Cakradonya Lhokseumawe usai mendengar vonis bebas dalam kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemerintah Aceh untuk Yayasan Cakradonya Lhokseumawe 2010 dengan kerugian Rp 1M, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Jumat (19/6). SERAMBI/MASRIZAL
Next
Previous

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Jumat (19/6) memvonis bebas tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemerintah Aceh ke Yayasan Cakradonya Lhokseumawe pada 2010 dengan kerugian Rp 1 miliar.  Ketiga terdakwa yaitu Dasni Yuzar, Reza Maulana dan Amir Nizam selaku pendiri, direktur, dan sekretaris yayasan dinyatakan tidak terbukti melakukan penyelewengan terhadap dana hibah tersebut.

Majelis Hakim memerintahkan jaksa untuk mengembalikan uang tunai sebesar Rp 1 miliar kepada Dasni Yuzar yang juga Sekdako Lhokseumawe ini setelah putusan berkekuatan tetap. Amar putusan disampaikan Hakim Ketua Ainal Mardhiah SH, MH, dan Hakim Anggota Zulfan Effendi SH. Sedangkan Hakim Anggota I, Syaiful Has’ari SH mengajukan pendapat berbeda (dissenting opinion) terhadap putusan tersebut. Namun, pendapatnya tidak mengubah dan mempengaruhi putusan majelis hakim.SERAMBI/MASRIZAL

Berita selengkapnya, baca di Harian Serambi Indonesia edisi Sabtu (20/6).