Nasiran Semakin Membaik

Selasa, 4 Agustus 2015 - 20:18 WIB | Berita | Dilihat: 1.148 kali
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
    Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM melihat kondisi Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya yang sedang menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
    Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM melihat kondisi Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya yang sedang menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
    Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
    Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
    Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
    Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
Next
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM melihat kondisi Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya yang sedang menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini semakin membaik setelah menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA
Previous

Nasiran (16), korban kelaparan yang akhirnya menderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot, Kabupaten Abdya kini sedang menjalani proses pemulihan perilaku di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Aceh, kini sudah mulai membaik, Selasa (4/8/2015).

Nasiran bersama ibunya Asiah (40) sudah mulai hidup normal dan bergaul bersama petugas dan teman-teman mereka yang tinggal ditempat tersebut.

Kondisinya saat ini sudah mulai membaik ditandai dengan berat badan yang mulai naik dan menunjukkan perilaku seperti anak-anak normal lainnya.

Kondisi dirinya saat ini berbeda dengan beberapa bulan yang lalu, dimana ia berperilaku aneh, yang hanya mampu berbahasa isyarat, berpostur kurus kering karena menderita gizi buruk. Berita lengkap baca koran Harian Serambi Indonesia edisi besok. SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA