Simposium Internasional Perdamaian Aceh

Rabu, 12 Agustus 2015 - 20:46 WIB | Berita | Dilihat: 162 kali
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Dalam seminar yang dihadiri peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailand dan Filipina itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Dalam seminar yang dihadiri peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailand dan Filipina itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Dalam seminar yang dihadiri peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailand dan Filipina itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Dalam seminar yang dihadiri peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailand dan Filipina itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina. SERAMBI/M ANSHAR
  • Pengunjung melihat pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
    Pengunjung melihat pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
    Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
Next
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud  berbicara dalam Simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Dalam seminar yang dihadiri peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailand dan Filipina itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Dalam seminar yang dihadiri peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailand dan Filipina itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) Pieter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud (tengah), dan moderator Yarmen Dinamika (kiri) berbicara dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar itu membahas berbagai persoalan untuk membangun dan mempertahankan proses perdamaian di Aceh.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith (kanan), Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud meninjau pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Pengunjung melihat pameran foto tentang perdamaiaan Aceh dalam simposium Internasional Perdamaiaan Aceh di Aula Biro Rektor Unsyiah, Rabu (12/8/2015) malam. Seminar tersebut dihadiri para peserta asing dari negara negara yang masih terlibat konflik internal seperi Thailan dan Filipina.  SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
  • Mantan ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), Peter Feith. SERAMBI/M ANSHAR
Previous
Fotografer: M Anshar

TAGs: /