Aksi Prihatin Kekerasan terhadap Anak di Aceh

Selasa, 6 Oktober 2015 - 19:49 WIB | Berita | Dilihat: 137 kali
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
    Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
Next
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015). SERAMBI/BUDI FATRIA
Previous

Aktivis kemanusian yang tergabung dalam komunitas Awak Droe Only (ADO) melakukan aksi damai dan teatrikal sebagai bentuk prihatin meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (5/10/2015).
SERAMBI/BUDI FATRIA