Kerupuk Kulit Dari Desa Reuloh

Rabu, 4 November 2015 - 13:55 WIB | Story | Dilihat: 863 kali
Next
Previous

Pemanfaatan kulit sapi untuk berbagai produk bernilai banyak digeluti pelaku industri. Salah satunya pabrik kulit sapi rumahan (home industri) di Desa Reuloh, Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar yang mengolah kulit sapi menjadi kikil.

Kikil atau jengek adalah kerupuk yang terbuat dari kulit sapi yang diolah dengan diberi bumbu rempah dan penambah rasa. Selain diambil dagingnya dan dibuat kerupuk, kulit saou juga merupakan bahan baku yang menjanjikan untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai guna seperti jaket dan sepatu.

Kulit sapi dibeli dari pedagang daging seharga Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Biasanya seekor sapi ukuran sedang memiliki kulit seberat 10 hingga 15 kilogram.

Untuk proses pembuatan kerupuk dimulai dari membersihkan sisa daging dan lemak yang masih melekat pada kulit. Kemudian kulit direbus dalam air mendidih agar mudah membersihkan bulu. Selanjutnya kulit dijemur dan dipotong seukuran jari memanjang dan kembali dijemur. Setelah benar benar kering, kulit sapi digoreng dan siap dipasarkan.

Namun sayangnya, untuk menghasilkan bahan baku olahan menjadi produk seperti pakaiaan dan sepatu, pelaku industri rumahan di Aceh belum mampu menyaingi pengusaha di Medan, Sumatera Utara.

Hal ini terjadi lantaran minimnya fasilitas dan kurangnya dukungan pemerintah. Selama ini pengusaha kulit sapi di Aceh, termasuk home industri di Desa Reuloh, hanya mampu mengirim kulit mentah kering ke Medan untuk selanjutnya diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi.

FOTO DAN TEKS: SERAMBI/M ANSHAR