Esekusi Cambuk, Satu Terpidana Pinsan

Senin, 28 Desember 2015 - 20:56 WIB | Berita | Dilihat: 1.856 kali
  • Petugas mengangkat terpidana pelanggar hukum Syariat Islam yang pingsan saat menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Petugas mengangkat terpidana pelanggar hukum Syariat Islam yang pingsan saat menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Petugas mengangkat terpidana pelanggar hukum Syariat Islam yang pingsan saat menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Petugas mengangkat terpidana pelanggar hukum Syariat Islam yang pingsan saat menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). PROHABA/BUDI FATRIA
  • Petugas mengangkat terpidana pelanggar hukum Syariat Islam yang pingsan saat menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Foto kombo terpidana pelanggar hukum Syariat Islam pingsan saat menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Petugas mengangkat terpidana pelanggar hukum Syariat Islam yang pingsan saat menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). SERAMBI/BUDI FATRIA
Next
Previous

Terpidana pelanggar hukum Syariat Islam menjalani eksekusi hukum cambuk di halaman Masjid Baiturrahim Uleelheue, Banda Aceh, Senin (28/12/2015). Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan eksekusi cambuk terhadap enam warganya, Dua diantaranya dihukum karena Khalwat (mesum) seperti diatur dalam Qanun 13, sementara empat lainnya melanggar Qanun 14 tentang Maisir (judi). Satu terpidana khalwat, perempuan berusia 20 tahun, pingsan setelah menjalani lima kali cambukan.