Indahnya Alam Simpang Jernih

Minggu, 10 Januari 2016 - 21:01 WIB | Story | Dilihat: 633 kali
  • Anggota Komite III DPD RI, Sudirman naik boat menuju Gampor Paloh, sungai Lesten, di Kecamatan Sipang Jernih, Aceh Timur. SERAMBI/SENI HENDRI
  • Warga membawa barang belanjaan jenis sembako menggunakan perahu dari Gampong Batu Sumbang, menuju ke Gampor Tampor Paloh, di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. SERAMBI/SENI HENDRI
  • Warga Gampong Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, menyeberang menggunakan rakit. SERAMBI/SENI HENDRI
  • Anak - anak warga Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, bermain perahu di sungai lesten.SERAMBI/SENI HENDRI
  • Anak - anak mandi di aliran sungai lesten.SERAMBI/SENI HENDRI
  • Anak - anak warga Gampong Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, bermain di pantai di tepi sungai Lesten. SERAMBI/SENI HENDRI
Next
  • Anggota Komite III DPD RI, Sudirman naik boat menuju Gampor Paloh, sungai Lesten, di Kecamatan Sipang Jernih, Aceh Timur. SERAMBI/SENI HENDRI
  • Warga membawa barang belanjaan jenis sembako menggunakan perahu dari Gampong Batu Sumbang, menuju ke Gampor Tampor Paloh, di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. SERAMBI/SENI HENDRI
  • Warga Gampong Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, menyeberang menggunakan rakit. SERAMBI/SENI HENDRI
  • Anak - anak warga Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, bermain perahu di sungai lesten.SERAMBI/SENI HENDRI
  • Anak - anak mandi di aliran sungai lesten.SERAMBI/SENI HENDRI
  • Anak - anak warga Gampong Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, bermain di pantai di tepi sungai Lesten. SERAMBI/SENI HENDRI
Previous

Keindahan alam kawasan terisolir Simpang Jernih, Aceh Timur yang
masih perawan tak perlu diragukan lagi. Aliran sungai di antara
jejeran pegunungan nan hijau makin menambah ketakjuban setiap orang
yang datang.
Tetapi untuk menuju Kecamatan Simpang Jernih harus melalui Kota
Langsa dan Kuala Simpang, Aceh Tamiang dengan jarak sekitar 170 km
untuk mencapai Gampong Simpang Jernih. Padahal, jalan dasar sudah
ada dari Birem Bayeun, Aceh Timur dengan jarak 50 km, tetapi belum
ada jembatan untuk dua sungai yang membelah kecamatan itu.
Drs Ahmad, Camat Simpang Jernih, Sabtu (9/1) wilayahnya terdiri
dari 8 gampong, tetapi hanya dua gampong, Simpang Jernih dan Batu
Sumbang yang dapat dilintasi kendaraan. Lima gampong lainnya, HTI
Ranto Naru, Tampor Bor, Tampor Paloh, Meulidi, Ranjang Bedari, dan
Pante Kera, harus mengarungi sungai dengan boat atau getek.
Disebutkan, sumber daya alam melimpah di Simpang Jernih, seperti
jenis tambang, binatang liar dan air terjun yang digunakan warga
warga Gampong Tampor Bor sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro (PLTMH).
Dia mengungkapkan warganya berharap agar pemerintah membangun jalan
dan jembatan, yaitu dari Kecamatan Biren Bayeun menuju Kecamatan
Simpang Jernih. Sehingga warga tidak lagi melalui Kota Langsa dan
Aceh Tamiang, sekaligus terbebas dari keterisoliran.

FOTO: SERAMBI/SENI HENDRI
teks: SERAMBI/ M NUR

Fotografer: Seni Hendri

TAGs: /