Maket Pembangunan Fly Over Simpang Surabaya, Banda Aceh

Selasa, 12 Januari 2016 - 15:58 WIB | Berita | Dilihat: 2.608 kali
  • Maket pembangunan fly over kawasan Jembatan Simpang Surabaya, Jumat (8/1/2016). Pembangunan proyek multi years selama tiga tahun senilai Rp 250 miliar tersebut akan dimulai tahun ini. SERAMBI/M ANSHAR

  • Maket pembangunan fly over kawasan Jembatan Simpang Surabaya, Jumat (8/1/2016). Pembangunan proyek multi years selama tiga tahun senilai Rp 250 miliar tersebut akan dimulai tahun ini. SERAMBI/M ANSHAR

  • Maket pembangunan fly over kawasan Jembatan Simpang Surabaya, Jumat (8/1/2016). Pembangunan proyek multi years selama tiga tahun senilai Rp 250 miliar tersebut akan dimulai tahun ini. SERAMBI/M ANSHAR

Next
  • Maket pembangunan fly over kawasan Jembatan Simpang Surabaya, Jumat (8/1/2016). Pembangunan proyek multi years selama tiga tahun senilai Rp 250 miliar tersebut akan dimulai tahun ini. SERAMBI/M ANSHAR

  • Maket pembangunan fly over kawasan Jembatan Simpang Surabaya, Jumat (8/1/2016). Pembangunan proyek multi years selama tiga tahun senilai Rp 250 miliar tersebut akan dimulai tahun ini. SERAMBI/M ANSHAR

  • Maket pembangunan fly over kawasan Jembatan Simpang Surabaya, Jumat (8/1/2016). Pembangunan proyek multi years selama tiga tahun senilai Rp 250 miliar tersebut akan dimulai tahun ini. SERAMBI/M ANSHAR

Previous

BANDA ACEH – PT Jaya Konstruksi dan PT Brantas Abi Praya ditetapkan sebagai pemenang tender proyek pembangunan fly over dan under pass jembatan Simpang Surabaya Banda Aceh. Proyek multiyears itu ditargetkan rampung tahun 2017.

“ Proyek fly over dan under pass di Simpang Surabaya itu dikerjakan sistem multiyears dengan nilai kontrak sekitar Rp 250 miliar,” kata Kasatker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Aceh, Ir Zamzami kepada Serambi, Jumat (8/1).

Didampingi PPK Proyek, Ir T Herman dan perwakilan dari dua perusahaan pelaksana, Ari Ardika, Zamzami menambahkan, kelancaran pelaksanaan pembangunan proyek fly over dan under pass jembatan Simpang Surabaya itu, ditargetkan rampung pada akhir Desember 2017. Zamzami juga mengatakan, penyelesaian proyek itu bisa tepat waktu sangat ditentukan oleh dukungan masyarakat, Pemko Banda Aceh serta lembaga terkait lainnya.

“Proyek itu nantinya pasti banyak kegiatan dan usaha masyarakat yang terganggu,” ujar Zamzami. Selain itu, proyek itu juga akan banyak fasilitas umum yang terganggu dan harus dipindah, seperti jaringan listrik, Telkom dan jaringan PDAM.

Pemindahan fasilitas umum itu, kata Zamzami, tentunya membutuhkan waktu, sehingga membuat masyarakat dan pedagang jadi terganggu. “Bisa saja akan terjadi pemadaman listrik, atau suplai air PDAM akan dimatikan sementara,” ujar Zamzami lagi.

Menyangkut dengan gangguan fasilitas umum tersebut tadi, kata Zamzami, sudah disampaikan dalam rapat bersama Muspika di Kecamatan Baiturrahman, Luengbata, dam Muspika Kuta Alam dan tiga kecamatan itu terkena proyek tersebut.(her)