Peresmian Kapal KN SAR Kresna 232

Jumat, 12 Pebruari 2016 - 12:47 WIB | Berita | Dilihat: 781 kali
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, menuliskan testimoni usai peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
    Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, menuliskan testimoni usai peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, memecahkan kendi saat peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
    Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, memecahkan kendi saat peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, bersama Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan Wali Nanggroe Malik Mahmud saat menghadiri peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
    Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, bersama Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan Wali Nanggroe Malik Mahmud saat menghadiri peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kapal KN SAR Kresna 232 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal baru milik Basarnas Aceh ini memiliki kecepatan 30 knot, dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
    Kapal KN SAR Kresna 232 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal baru milik Basarnas Aceh ini memiliki kecepatan 30 knot, dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Salah satu ruangan dalam Kapal KN SAR Kresna 232 yang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal baru milik Basarnas Aceh ini memiliki kecepatan 30 knot, dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
    Salah satu ruangan dalam Kapal KN SAR Kresna 232 yang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal baru milik Basarnas Aceh ini memiliki kecepatan 30 knot, dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, menjelaskan spesifikasi kapal KN SAR Kresna 232 usai diresmikan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
    Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, menjelaskan spesifikasi kapal KN SAR Kresna 232 usai diresmikan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
Next
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, menuliskan testimoni usai peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, memecahkan kendi saat peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, bersama Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan Wali Nanggroe Malik Mahmud saat menghadiri peresmian kapal KN SAR Kresna 232 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kapal KN SAR Kresna 232 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal baru milik Basarnas Aceh ini memiliki kecepatan 30 knot, dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Salah satu ruangan dalam Kapal KN SAR Kresna 232 yang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal baru milik Basarnas Aceh ini memiliki kecepatan 30 knot, dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
  • Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya FHB Soelistyo, menjelaskan spesifikasi kapal KN SAR Kresna 232 usai diresmikan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/2/2016). Kapal dengan maksimal kecepatan 30 knot ini dilengkapi peralatan modern seperti forward infra red untuk mendeteksi permukaan pada malam hari, radar, serta pendeteksi benda bawah air. SERAMBI/M ANSHAR
Previous