Menjelajahi ‘Surga Apung’ MS Artania di Teluk Sabang

Minggu, 17 April 2016 - 19:20 WIB | Story | Dilihat: 856 kali
Next
Previous

Pulau Sabang tak hanya memiliki pesona wisata bahari yang menakjubkan, tapi juga kerap menjadi persinggahan kapal pesiar mewah dari berbagai negara yang membawa ratusan wisatawan.
Seperti halnya Kamis (7/4) lalu, sebuah kapal pesiar mewah MS Artania singgah selama 8 jam di Pelabuhan CT 3 Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Kedatangan MS Artania disambut dengan upacara adat dan tarian Guel dari Gayo.
Pada persinggahan kali ini, kapal yang layaknya disebut ‘Surga Apung’ itu membawa sekitar 700 lebih wisatawan mancanegara. MS Artania merupakan kapal pesiar ketiga yang singgah di Pelabuhan Bebas Sabang selama tahun 2016.
Beruntungnya, kali ini Serambi mendapat kesempatan istimewa menjelajahi setiap sudut bagian dalam ruang kapal berlantai sembilan itu dengan panjang dua kali lapangan bola kaki atau sekitar 230 meter.
Untuk bisa masuk ke dalam kapal, Serambi harus melalui proses registrasi dan pemeriksaan ketat di pintu X-Ray. Setelah selesai semuanya, baru kemudian Serambi dapat masuk dipandu langsung Kapten Kapal Mr Hasen Morten Arne. Ruang pertama yang kami jelajahi adalah restoran di lobi utama lantai empat. Para pelayan langsung menyuguhi berbagai minuman dan makanan ringan sembari berbincang-bincang tentang potensi pariwisata Sabang.
Selanjutnya kami dipandu petugas keamanan melihat ruang opera berkapasitas 300 orang. Ruang ini berada di sebelah ruang bioskop dan kasino kapal. Di ruang ini penumpang kapal juga dimanjakan dengan berbagai pertunjukan mulai dari opera sabun hingga atraksi sirkus setiap tiga hari sekali.
Kami juga sempat dibawa menaiki lift menuju dek kapal di lantai sembilan. Ini merupakan lokasi paling favorit dan ruang terbuka yang dilengkapi tiga kolam renang, fitnes center atau ruang olah raga, dan sebuah restoran dengan penampilan live musik. Dari lantai tertinggi Kapal MS Artania inilah tampak eksotisme Pulau Weh yang diapit Selat Malaka dan Samudera Hindia.(*)

FOTO DAN TEKS: SERAMBI/M ANSHAR