Ada Uang Ringgit Dalam Dompet Gepeng di Banda Aceh

Kamis, 28 Juli 2016 - 18:57 WIB | Berita | Dilihat: 517 kali
  • Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar bersama rombongan berbincang dengan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang diamankan di Rumah Singgah Lamjabat, Banda Aceh, Kamis (28/7/2016). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar melihat uang ringgit Malaysia yang ditemukan dalam dompet gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang diamankan di Rumah Singgah Lamjabat, Banda Aceh, Kamis (28/7/2016). SERAMBI/BUDI FATRIA
  • Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar bersama rombongan berbincang dengan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang diamankan di Rumah Singgah Lamjabat, Banda Aceh, Kamis (28/7/2016). SERAMBI/BUDI FATRIA
Next
Previous

MENATAPACEH.COM, BANDA ACEH-Rombongan Komisi D DPRK Banda Aceh, melakukan kunjungan ke Rumah Singgah Lamjabat, Banda Aceh untuk melihat gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang ditahan untuk dibina di rumah singgah tersebut, Kamis (28/7/2016).

Pembinaan gelandangan di Rumah Singgah milik Pemko Banda Aceh itu dilakukan seiring makin maraknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar bersama rombongan terkejut saat mendata dan memeriksa barang-barang gelandangan dan pengemis karena menemukan salah satu dompet yang berisi uang ringgit Malaysia.

Semakin penasaran para rombongan menanyakan berapa penghasilan perhari, seorang gepeng menjawab, “Kami mendapatkan uang dari mengemis rata-rata Rp 100.000 hingga Rp 200.000 perhari, kalau tidak dirazia oleh petugas Satpol PP,” ungkapnya.