Inilah Empat Tarian Aceh Yang Nyaris Punah

Kamis, 22 Desember 2016 - 12:05 WIB | Nanggroe, Story | Dilihat: 757 kali
  • Penari menampilkan tari rapai pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai geurimpheng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai geurimpheng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai geurimpheng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai geurimpheng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rapai geurimpheng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari landoq sampot pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari landoq sampot pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari landoq sampot pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari landoq sampot pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari landoq sampot pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari landoq sampot pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari laweut pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari laweut pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penampilan tari laweut pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari sining pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rampai kipah pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rampai kipah pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rampai kipah pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rampai kipah pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rampai kipah pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari rampai kipah pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. SERAMBI/M ANSHAR
  • Penari menampilkan tari dampeng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam.
  • Penari menampilkan tari dampeng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam.
  • Penari menampilkan tari dampeng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam.
  • Penari menampilkan tari dampeng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam.
  • Penari menampilkan tari dampeng pada acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam.
Next
Previous

Aceh memiliki puluhan tarian tradisional, namun kini beberapa di antaranya dinyatakan hampir punah akibat tergerus modernisasi. Direktorat Kesenian ñ Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (22/11/2016) lalu menggelar pertunjukan empat tarian tradisional Aceh yang dinyatakan hampir punah di Gedung Taman Budaya Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Empat tarian yang dipertunjukkan malam itu adalah tari laweut, Sining, Landoq Sampot, dan Rapai Geurimpheng.

Tari laweut yang berasal dari Pidie dimainkan oleh delapan perempuan. Tarian yang muncul sejak zaman penjajahan Belanda ini berisikan syair selawat kepada Nabi Muhammad SAW disertai irama yang khas yang menunjukkan patriotisme bangsa Aceh. Tari ini dahulunya dimainkan dikalangan sendiri oleh para perempuan di pesantren-pesantren sebagai suatu bentuk hiburan ketika sudah selesai belajar agama pada malam hari.

Selanjutnya tari sining dari dataran tinggi Gayo. Tarian ini dimainkan oleh dua laki-laki dewasa di atas papan/kayu. Sining berarti gerakan melingkar yang indah, menggambarkan apa yang diperagakan oleh burung wo. Putaran gerakan dominan ke arah yang berlawanan dengan putaran bumi. Sepintas, tarian ini mirip dengan tari Guru Didong dan tari Guel, namun tari sining biasanya dimainkan ketika pembangunan rumah dan atau peresmian pembangunan rumah baru.

Dari Etnis Kluet, Kabupaten Aceh Selatan menampilkan tari landoq sampot. Tarian ini dimainkan oleh 10 anak yang berpasangan dan dipersenjatai sebilah bambu. Para penari menirukan gaya burung yang terbang, berputar dan menyambar serta saling melibas pasangannya seperti saling beradu senjata.

Tarian terakhir yang ditampilkan malam itu adalah tari rapai geurimpheng. Rapai Geurimpheng
Rapai adalah alat musik perkusi tradisional Aceh yang dimainkan dengan cara dipukul hanya menggunakan tangan kosong. Rapai dimainkan untuk hiburan pada saat penyelenggaraan upacara adat di Aceh.
FOTO DAN TEKS: SERAMBI/M ANSHAR

Fotografer: M Anshar

TAGs: / /